Minggu, 13 Januari 2008

mabuk cinta Ilahy





Cermin kotor


Katanya aku berlumpur
Katanya aku harus mandi dan lulur
Katanya aku terbakar takabur
Katanya aku rakus, tak bersyukur
Kata cermin
Dihadapanku tidak main-main
Akankah semua yang terbaca terjamin
Kusadari adanya plus dan min ?
Wahai cermin yang katamu aku kotor
Siapakah aku yang hanya bisa molor ?




Guruku Tengku Lalat

Aku malu saat bercermin pada Pak tengku lalat
Yang katanya jorok suka menjilat
Tapi kubaca ia banyak manfaat
Sedangkan aku menjilat-jilat maksiat
Untuk orang lain kubuat mudarat
Keadaanku dalam ilmu dan harta benar-benar melarat
Tapi lagakku melebihi konglomerat atau teknokrat



Aku dan kecolongan

Jam demi jam tidak diam
Hari-hari yang tiada henti berlari
Minggu-minggu seperti tak mau menunggu
Bulan-bulan berjalan tiada pelan-pelan
Tahun tahun menuntun kita menuju kapan kita kembali pikun
Culun
Waktu yang bisu
Tapi bersama kita selalu
Adalah buku
Catatan tentang gumpalan batu-batu rindu
Rinduku, rindumu, rindu kita tuk bertemu
Dengan Allah Yang Maha Satu

*) Hasil renungan, aku yang slalu kecolongan waktu ’FM07


Guruku Tengku Ulat


Aku ini menjijikkan katanya membuka pengajian
Aku akan terus merayapi jalan hidup ku
Mencari tempat aman gua hiro pengajianku
Dalam gua hiro kontemplasiku
Aku harus mengeliat-geliat


Bertaubat adalah geliat-geliat
Berkhidmat adalah geliat-geliat
Bersabar adalah geliat-geliat
Berusaha keras mengganti kulit akhlak buruk
dengan akhlak hasanah adalah geliat-geliat

Semoga tak ada yang membocori kepompong mandiri
oleh tangan-tangan jahil berduri
dari luar dzikir
agar terukir
indah sayap-sayap kepribadianku

Duh..jika gelaitku lemah
Aku tetap ulat yang kalah
Aku harus kuat menggeliat-geliat
Agar kokoh otot-otot batinku
Dan akupun siap menjadi tengku kupu-kupu

“memamng kuakiui sejujur hati “ katanya lagi
Telah berapa kepompong yang bolong
Oleh duri-duri krcreobohan diri
Hingga aku masih menggeliat-geliat
Mencari kepompong kawah candradimuka diri
Sementara yang lain telah naik kelas
Terbang kea lam cintaNya yang luas
Aku masih saja dipenjara
Diperas
nafsuku yang tak pernah puas
terhempas
usai terperangkap jarring-jaring bodoh dan malas

duh..semoga dalam kepompong yang satu ini
aku kuat dan dahsyat melawan diriku sendiri
menggeliat-geliatkan segala daya upaya ijtihadi
tuk menjadi kupu-kupu raksasa yang menaungi
oleh bunga – bunga cintaNya diharumi dikagumi
siapkan madu-madu iabadah kepadaNya “
begitulah ia menutup kitab pengajiannya
dihadapanku yang masih bengong
dengan pandangan kosong
oh..dimana kan kubuat kepompong…..


1 komentar:

hook mengatakan...

ok check this one
http://yuniawan.blogspot.com/2008/02/bukan-pemimpi.html
http://yuniawan.blogspot.com/2007/06/kelahiran.html